JAMBERITA.COM, BUNGO - Jalan kabupaten menuju Sungai Alai Dusun Perinti Luweh, Kecamatan Tanah Tumbuh merupakan satu-satunya akses masyarakat sebagai jalur transportasi ke perkebunan dan ke perbatasan kabupaten Tebo yakni unit 8 tambahan.
Awalnya jalan ini jalan swadaya masyarakat setelah diusulkan ke Pemda Bungo maka jalan ini menjadi jalan kabupaten.
Namun setelah menjadi jalan kabupaten menurut penuturan warga setempat belum pernah tersentuh pemeliharaan dari dinas PUPR.
Junaidi salah seorang tokoh masyarakat Oerinti luweh mengatakan awalnya jalan ini jalan swadaya masyarakat.
"Sanpai sekarang belum ada tersentuh perbaikan dari dinas PU untuk perawatan agar jalan ini bisa kami lalui melalui swadaya kami perbaiki jalan supaya hasil perkebunan bisa lancar," katantan.
Namun sekarang ini jalan ini tepat di jembatan Sungai alai ambruk akibat kayu balok sudah lapukm akibatnya kendaraan roda empat pun tidak bisa dilewati.
"Kami sangat berharap pada pemerintah kabupaten bungo agar bisa merehab jembatan yang ambruk yang sudah berjalan selama tiga pekan yang tidak bisa di lewati oleh kendaraan roda empat," katanya.
Sekarang untuk biaya angkutan karet dan sawit petani harus mengeluarkan anggaran Rp.50 ribu per keping nya.
"Sementara harga karet anjlok"ujar Junaidi.
Adapun panjang jalan kabupaten ini lebih kurang 6 km dari pemukiman penduduk lebaran jalan awal nya 4 meter sekarang kondisi jalan sudah sempit. Saat ini jalan banyak yang rusak dan berlumpur.(rena)
Perayaan Natal Oikumene Kabupaten Tanjung Jabung Barat Berlangsung Meriah
Bupati Tanjung Jabung Barat Didaulat Jadi Pembicara Konferensi Tingkat Dunia
Hadapi Persaingan Revolusi Industri 4.0, HMI Cabang Sarolangun: Anak Muda Harus Ciptakan Inovasi
Pimpin Apel Babinsa dan Danramil, Dandim 0419/Tanjab Tegaskan TNI Netral di Pemilu 2019
Puncak Hari Infanteri, Prajurit TNI Jalan 164 KM Nonstop 24 Jam
Kreatif.. SMK N 7 Tebo Laksanakan Ujian Sekolah Berbasis Komputer


Perkuat Sinergi Daerah, Kanwil Kemenkum Jambi Mantapkan Kerja Sama dengan Pemkab Tanjab Barat

